FUNDAMENTAL KEPERAWATAN

Keperawatan adalah suatu profesi yang mengerjakan suatu aplikasi mulia di kalangan masyarakat

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 03 Maret 2016

PENCEGAHAN LUKA BAKAR

Luka bakar bisa dihindari tergantung kepada penanganan di tempat yang berbeda-beda. Selalu pertimbangkan keamanan lingkungan dan keselamatan orang-orang di sekitarnya. Waspadailah benda-benda yang berpotensi melukai mereka yang tidak menyadari keberadaannya.
Berikut ini adalah beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya luka bakar:
  • Jangan pernah meninggalkan kompor yang menyala tanpa dijaga dan jauhkan cairan panas dari jangkauan anak-anak.
  • Gunakan pelindung tangan ketika memasak dan mengambil makanan dari oven.
  • Gunakan alat setrika di meja yang tinggi dan jangan lupa mematikan alat setrika ketika sudah selesai menggunakannya.
  • Periksa suhu air hangat sebelum digunakan untuk memandikan bayi karena kulit mereka lebih tipis dibandingkan dengan kulit orang dewasa.
  • Hindari merokok di dalam rumah atau gedung.
  • Jauhkan bahan kimia, korek api, lilin, atau bahan yang mudah terbakar lainnya dari jangkauan anak-anak.
  • Siapkan alat pemadam api darurat di rumah.

KOMPLIKASI LUKA BAKAR

Luka bakar bisa menimbulkan kondisi yang lebih serius jika dibiarkan saja. Berikut ini adalah beberapa komplikasi yang bisa terjadi akibat luka bakar.
Bekas luka
Luka bakar bisa menyebabkan bekas luka dan juga keloid. Keloid adalah pertumbuhan jaringan bekas luka yang berlebih di atas kulit. Luka bakar ringan biasanya hanya meninggalkan bekas luka yang sedikit. Bekas luka bisa dikurangi dengan menggunakan krim atau salep pada bekas luka bakar dan juga memakai tabir surya.
Infeksi
Infeksi dapat terjadi jika bakteri mulai berkembang biak di luka yang terbuka. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan luka melepuh yang telah pecah.
Beberapa tanda terjadinya infeksi adalah ketika luka terasa lebih sakit atau menjadi bau. Selain itu, Anda mungkin mengalami demam dan pembengkakan pada kulit yang terinfeksi. Infeksi biasanya bisa diatasi dengan antibiotik dan obat pereda rasa sakit. Segera periksakan ke dokter jika Anda mencurigai luka telah terinfeksi.
Luka bakar yang terinfeksi bisa menyebabkan terjadinya sepsis dan sindrom syok toksik. Sepsis dan sindrom syok toksik terjadi ketika infeksi telah menyebar ke dalam darah, dan dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.
Masalah pernapasan
Menghirup udara panas atau asap bisa melukai saluran udara dan menyebabkan kesulitan dalam bernapas. Menghirup asap bisa merusak paru-paru dan menyebabkan kegagalan fungsi organ pernapasan.
Masalah tulang dan persendian
Luka bakar yang dalam bisa membatasi pergerakan tulang dan juga persendian. Bekas luka bisa menyebabkan kontraktur. Kontraktur adalah ketika kulit, otot, maupun urat memendek dan/atau mengencang. Akibatnya, sendi tidak bisa digerakkan secara normal.
Sengatan panas
Sengatan panas adalah kondisi ketika suhu tubuh mencapai 40° celcius atau lebih. Kondisi ini disebabkan oleh tubuh yang terlalu lama terkena pajanan terhadap sinar matahari atau cuaca panas. Beberapa gejalanya antara lain:
  • Kelelahan yang parah.
  • Kulit terlihat merah.
  • Bernapas dengan cepat.
  • Mual dan muntah-muntah.
  • Pusing atau sakit kepala.
  • Denyut jantung cepat.
  • Menjadi linglung.
Jika mencurigai terjadi sengatan panas, pindahkan penderita ke tempat teduh. Pastikan penderita minum banyak air dan longgarkan pakaian mereka.Coba turunkan suhu tubuh penderita dengan kain yang telah dibasahkan dengan air dingin. Sengatan panas merupakan kondisi darurat yang perlu segera ditangani di rumah sakit.
Syok
Syok adalah kondisi berbahaya yang muncul ketika tubuh kekurangan pasokan oksigen. Orang yang terkena luka bakar parah bisa mengalami syok. Beberapa gejala syok adalah ketika wajah terlihat pucat, denyut jantung cepat, bernapas cepat atau pendek, sering menguap, kulit terasa dingin dan bahkan pingsan.
Jika terjadi syok, segera antar ke rumah sakit. Baringkan penderita dan posisikan kaki mereka lebih tinggi dari tubuh. Hangatkan suhu tubuh dengan memakai selimut, usahakan untuk tidak menutupi bagian yang mengalami luka bakar.

PENGOBATAN LUKA BAKAR










Pertolongan pertama bisa dilakukan untuk mengobati luka bakar ringan. Hal ini dilakukan agar kerusakan kulit yang terjadi tidak bertambah. Berikut ini adalah beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan:
  • Mendinginkan luka dengan air biasa selama 20-30 menit; jangan menggunakan es atau air dingin.
  • Menyingkirkan pakaian atau aksesoris yang menutupi luka bakar.
  • Membersihkan dan menutup luka bakar dengan plastik bening yang bersih atau perban.
  • Mengonsumsi obat pereda rasa sakit seperti parasetamol.
  • Jauhkan luka bakar dari paparan sinar matahari langsung.
Jika terjadi melepuh pada kulit akibat luka bakar, hindari upaya untuk memecahnya sendiri karena berisiko membuat luka terinfeksi.
Terdapat beberapa kondisi lain yang juga membutuhkan pertolongan medis secepatnya, jika luka bakar terjadi pada:
  • Luka bakar yang terjadi luas atau dalam.
  • Luka bakar yang disebabkan bahan kimia dan listrik.
  • Luka bakar dalam yang terjadi pada wajah, tangan, lengan, kaki, telapak kaki, alat kelamin, bokong dan persendian.
  • Mengalami kesulitan bernapas, merasa pusing, atau lemas.
Kelompok yang rentan yaitu wanita hamil, lansia, balita dan penderita penyakit kronis seperti diabetes juga sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jika mengalami luka bakar.
Bagi yang mengalami luka bakar karena panas matahari, waspadai terhadap terjadinya sengatan panas. Sengatan panas yang tidak diatasi dengan cepat bisa merusak otak, jantung, dan ginjal. Jika penanganan ditunda, kondisi akan memburuk dengan cepat dan bahkan bisa menyebabkan kematian.
Jika mencurigai terjadi kelelahan karena panas matahari, segera pindahkan penderita ke tempat teduh. Pastikan minum banyak air untuk menghindari dehidrasi, dan longgarkan pakaian mereka. Penderita seharusnya segera membaik. Jika tidak segera membaik, segera bawa ke rumah sakit terdekat sebelum mereka mengalami sengatan panas.

Pengobatan di Rumah Sakit

Pengobatan yang dilakukan tergantung pada tingkat keparahan luka bakar. Berikut ini adalah beberapa langkah pengobatan yang dilakukan dalam menangani luka bakar:
  • Obat penghilang rasa sakit. Luka bakar terkadang bisa sangat menyakitkan. Terkadang morfin diperlukan untuk mengatasi rasa sakit yang terjadi.
  • Antibiotik. Jika terjadi infeksi akibat luka bakar yang diderita, antibiotik mungkin diperlukan untuk mengatasi infeksi yang terjadi. Antibiotik bisa diberikan melalui infus.
  • Cairan infus. Dokter biasanya akan memberikan cairan infus secara berkelanjutan pada pasien dengan luka bakar. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan juga kegagalan fungsi organ tubuh manusia.
  • Suntikan tetanus. Suntikan ini mungkin akan disarankan dokter sebagai langkah pencegahan.

Operasi Plastik

Pada luka bakar yang parah, mungkin diperlukan operasi plastik untuk memulihkan kulit. Dokter bedah plastik bisa memperbaiki penampilan kulit yang terbakar. Persendian yang terbakar hingga tidak berfungsi sempurna juga bisa ditingkatkan fleksibilitasnya oleh dokter bedah. Potongan dari kulit Anda sendiri yang sehat bisa digunakan untuk menggantikan jaringan saraf kulit yang terluka parah.
Setelah operasi luka bakar, sebaiknya Anda menghindari sinar matahari langsung mengenai luka bakar yang terjadi. Pajanan langsung sinar matahari terhadap luka bakar bisa mengakibatkan kulit melepuh.
http://www.alodokter.com/

GEJALA LUKA BAKAR

Kulit manusia memiliki banyak fungsi dan berguna melindungi organ dalam manusia. Selain sebagai penghalang antara tubuh dengan lingkungannya, kulit juga berfungsi mengatur suhu udara tubuh. Terdapat tiga lapisan kulit, yaitu:
  • Epidermis. Lapisan ini memiliki ketebalan sekitar 0,5-1,5 mm. Ini adalah lapisan paling tipis dan terluar dari kulit, yang bertanggung jawab untuk melindungi tubuh dari sekitarnya.
  • Dermis. Lapisan ini berada di bawah epidermis dan memiliki ketebalan antara 0.3-3 mm. Lapisan inilah yang mempertahankan struktur kulit dan memberi elastisitas. Di lapisan ini terdapat pembuluh darah, saraf, pori-pori rambut, dan kelenjar keringat.
  • Hipodermis. Lapisan inilah yang berperan dalam mengatur suhu tubuh. Ketebalan lapisan kulit ini berbeda-beda pada semua orang. Ini adalah lapisan paling dalam kulit yang terdiri dari lemak dan sel yang memproduksi kolagen. Pembuluh darah yang lebih besar juga berada dalam lapisan ini.
Tingkat keparahan sangat tergantung pada ketebalan bagian kulit yang terbakar. Gejala luka bakar yang umumnya terjadi, seperti kulit yang memerah, mengelupas, melepuh, membengkak, dan bahkan hangus. Rasa sakit yang terjadi tidak selalu berkaitan dengan tingkat keparahan luka bakarnya. Berikut ini adalah pengelompokan luka bakar sesuai dengan tingkat keparahannya:
  • Luka bakar tingkat empat. Ini adalah jenis luka bakar yang paling parah. Luka bakar yang terjadi memengaruhi seluruh lapisan kulit dari epidermis hingga hipodermis dan bahkan bisa sampai merusak otot serta tulang di bawah kulit. Pada tahap ini, kulit sudah terbakar habis, saraf di balik kulit akan terlihat putih atau menghitam jika hangus. Jika saraf sudah rusak, Anda mungkin tidak merasakan sakit.
  • Luka bakar tingkat tiga. Luka bakar ini memengaruhi lapisan hipodermis. Biasanya luka bakar tingkat tiga berwarna putih pucat atau hitam akibat terbakar, dan melepuh. Kulit sekitar menjadi kering dan berwarna putih, hitam atau cokelat. Luka ini bisa terasa sakit sekali atau mati rasa jika saraf kulit telah hancur.
  • Luka bakar tingkat dua. Luka bakar ini memengaruhi epidermis dan dermis. Kulit yang terbakar akan terlihat berwarna merah, bisa berair dan melepuh. Luka bakar tingkat dua akan terasa sangat sakit dan jika lukanya cukup dalam, dapat menimbulkan bekas di kulit.
  • Luka bakar tingkat satu. Luka bakar jenis ini biasanya hanya memengaruhi lapisan luar atau epidermis. Kulit akan memerah dan sedikit membengkak.Luka akan terasa sakit, tapi biasanya tidak melepuh. Luka ini cukup ringan dan bisa ditangani dengan pertolongan pertama, serta sembuh dalam beberapa hari.
Untuk luka bakar tingkat satu, pertolongan pertama bisa dilakukan sendiri tanpa memerlukan pengobatan ke dokter. Tapi jika luka bertambah parah dan mengeluarkan makin banyak cairan, segera hubungi dokter. Atau jika luka bakar tidak membaik setelah beberapa minggu atau muncul gejala lain, periksakan diri Anda ke dokter atau rumah sakit terdekat.
Luka bakar yang disebabkan bahan kimia, listrik, dan luka bakar tingkat dua yang berdampak kepada tangan, kaki, wajah, alat kelamin, bokong, dan persendian, perlu dianggap sebagai kondisi darurat. Penderita yang mengalami kesulitan bernapas juga perlu dibawa ke dokter.
http://www.alodokter.com/

PENGERTIAN LUKA BAKAR

Luka Bakar-Alodokter

Luka bakar adalah kerusakan pada kulit yang sering disebabkan oleh panas dan bisa sangat menyakitkan hingga mengakibatkan gejala seperti:
  • Kulit memerah
  • Kulit mengelupas
  • Luka melepuh
  • Kulit hangus
  • Pembengkakan
Berikut ini adalah beberapa penyebab luka bakar yang sering terjadi:
  • Suhu panas. Biasanya disebabkan oleh api, uap, cairan, atau benda yang panas.
  • Listrik. Ini bisa disebabkan karena terkena arus listrik atau pun petir.
  • Sinar matahari. Kondisi ini disebabkan karena pajanan terhadap sinar matahari. Beberapa alat untuk menggelapkan warna kulit juga bisa mengakibatkan luka bakar.
  • Kimia. Biasanya disebabkan karena bersentuhan dengan bahan kimia rumah tangga maupun industri.
  • Radiasi. Peralatan seperti X-ray dan terapi radiasi untuk penderita kanker juga bisa mengakibatkan luka bakar pada kulit.
Selain menyebabkan kerusakan pada lapisan kulit, penyebab-penyebab di atas juga bisa melukai bagian tubuh lainnya, seperti otot, pembuluh darah, saraf, paru-paru, dan mata.

Tingkat Keparahan

Bagi Anda yang mengalami luka bakar ringan, pastikan untuk membersihkan daerah yang terkena luka bakar. Hindari memecahkan sendiri luka melepuh pada kulit. Hal ini dilakukan untuk menghindari infeksi terhadap luka, terlebih ketika Anda memecahkan luka melepuh dengan benda yang tidak steril.
Tingkat keparahan luka bakar seseorang sangat tergantung kepada:
  • Ketebalan lapisan kulit yang terbakar
  • Ukuran dan lokasi luka bakar
  • Penyebab luka bakar
  • Usia dan faktor kesehatan penderita luka bakar
Terdapat beberapa luka yang harus langsung ditangani oleh IGD di rumah sakit, terutama luka bakar akibat bahan kimia dan listrik. Luka bakar yang besar dan dalam juga perlu ditangani secepatnya. Begitu juga dengan luka bakar pada sebagian lapisan kulit wajah, tangan, lengan, kaki, atau alat kelamin juga dianggap sebagai kondisi yang memerlukan penanganan medis. Terutama pada wanita hamil dan juga balita, luka bakar juga harus mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Operasi plastik mungkin diperlukan jika luka bakar yang terjadi terlalu parah.
Jika Anda menghirup asap atau pun uap kimia atau bersuhu panas, Anda juga perlu diperiksa secara medis. Menghirup uap panas atau gas bisa menyebabkan paru-paru terluka. Menghirup gas beracun seperti karbonmonoksida bisa mengakibatkan kondisi keracunan.

Pengobatan Luka Bakar

Terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menangani luka bakar sebagai pertolongan pertama. Langkah pertama adalah mendinginkan luka bakar yang terjadi dengan air biasa kira-kira selama 20-30 menit. Pastikan tidak memakai es, air es, krim, atau bahan yang berminyak untuk mendinginkan luka bakar. Es atau pun air es yang diterapkan secara langsung, bisa membuat luka makin parah.
Singkirkan pakaian atau pun aksesoris yang menutupi kulit yang terbakar. Jika pakaian atau pun aksesoris yang ada sudah menempel pada kulit yang terbakar, usahakan untuk tidak mengangkatnya.
Pastikan orang yang mengalami luka bakar tetap merasa hangat. Bisa menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya, tapi jangan sampai menggores bagian kulit yang mengalami luka bakar. Luka bakar bisa ditutupi dengan plastik atau perban steril.
Dan terakhir, penderita disarankan untuk minum obat pereda rasa sakit sepertiparasetamol atau ibuprofen jika sakit mengganggu atau terasa tidak tertahankan. Bacalah petunjuk dan peringatan yang terkandung di bungkus obat sebelum mulai mengonsumsinya.
Bayi dan anak kecil sering mengalami luka bakar serius karena kelalaian atau karena mereka bermain dengan peralatan dan perlengkapan rumah. Berikut ini adalah beberapa cara untuk menghindarkan anak mengalami luka bakar:
  • Ajari anak untuk tidak bermain di wilayah dapur. Banyak peralatan atau bahan yang bisa menimbulkan luka bakar.
  • Usahakan untuk menyetrika di atas meja yang cukup tinggi dan jauh dari jangkauan anak kecil. Jangan lupa untuk segera mematikan setrika setelah memakainya.
  • Simpan korek api atau peralatan yang dapat menghasilkan api jauh dari jangkauan dan penglihatan anak-anak.
  • Jauhkan minuman panas dari anak kecil.
  • Ajari anak untuk tidak dekat-dekat dengan knalpot kendaraan yang panas atau kendaraan yang baru dipakai.
  • Periksa suhu air yang akan dipakai untuk mandi bayi Anda. Gunakan siku Anda untuk memeriksa kehangatan air.
  • Berikan pengertian tentang peralatan dan perlengkapan rumah tangga yang bisa menyebabkan luka bakar pada anak Anda. Terutama perlengkapan yang menggunakan arus listrik.
http://www.alodokter.com/

Spesimen

Koleksi Spesimen Koleksi
  1. Bila memungkinkan, sampel untuk kultur bakteri harus dilakukan sebelum melakukan terapi antibiotik.Hanya satu atau dua dosis   dari antibiotik   dapat menghambat atau mencegah   isolasi patogen penginfeksi. 

    Jika seorang pasien sudah diterapi antimikroba dan pemeriksaan bakteriologis tetap dilakukan, maka harus   terapi seharusnya ditangguhkan (bila kondisi klinis pasien memungkinkan) selama 48 - 72 jam sebelum mengambil sampel 

    Jika sampel diambil sementara pasien diterapi antibiotik, akan sangat membantu untuk menginformasikan hal  ini pada formulir permintaan sehingga laboratorium dapat mempertimbangkan hal ini - dimungkinkan untuk menetralkan obat, atau kompensasi dengan memperpanjang waktu  inkubasi biakan .
  2. Sampel harus diambil sedekat mungkin dari fokus infeksi, karena bila  lebih jauh dari tempat infeksi akan semakin rendah jumlah patogennya.    Beberapa organisme yang rewel bahkan tidak akan bertahan dalam atau pada jaringan yang berdekatan ( misalnya. gonococcus jarang diisolasi dari usap vagina   melainkan dari swab serviks).

    Selain itu,   kolonisasi flora bakteri yang normal dapat ditafsirkan sebagai  patogen jika sampel tidak diambil langsung dari situs yang terinfeksi   (.overgrowth flora normal sering terjadi pada permukaan luka yang terinfeksi, borok atau sinus meskipun mereka sebenarnya tidak bertanggung jawab atas terjadinya infeksi). 

  3. Sampel yang diambil harus diduga mengandung patogen penyebab infeksi (misal. 'dahak' dari pasien yang batuk nanah   dan bukan ludah penuh busa).
  4. Setelah memperoleh kualitas sampel yang tepat  harus dijaga dari kontaminan dengan menempatkannya dalam wadah anti bocor yang sesuai  
  5.   Partisipasi aktif pasien   juga penting untuk mendapatkan sampel berkualitas baik: ini berlaku terutama untuk koleksi urin,  feses dan dahak. Instruksi yang jelas dan sederhana harus diberikan, dan tawarkan bantuan   bila diperlukan.

Biakan Darah

Picture
Biakan Darah  (Mikrobiologi)
Dewasa (Tidak diberikan antibiotik)



Dewasa (Dengan  antibiotik)



Paediatric



Investigasi: Kultur  dan sensitivitas
Informasi lain :  Yidak ada

Jenis Spesimen: darah


Waktu untuk mengambil spesimen: Saat pasien serasa meriang


Spesimen kontainer: Budaya Darahi biasanya terdiri dari 2 eot botol, satu aerobik (SA - biru cap) dan satu anaerobik (SN - topi ungu)

Pasien yang telah diberi antibiotik harus diambil 10ml darah lalu diinokulasi ke dalam botol (tutup hijau) FA bukan bptpl SA ( tutup biru). Pasien Pediatri - menggunakan botol tunggal (PF - dengan topi kuning)

Bagaimana cara mengambil spesimen: Lakukan tindakan   aseptik dengan alkohol dan gunakan jarum suntik konvensional  untuk mendapatkan 20 ml darah. Pastikan bahwa tutup karet pada botol telah dibuka   sebelum darah diambil. Botol anaerobik (topi ungu) harus diinokulasi terlebih dahulu.

Volume: Masukkan 10ml   darah ke dalam setiap botol - 0,5 sampai 4.0ml untuk botol anak

Pelabelan: Botol Darah  kultur harus dilabel dengan tulisan:

  • Nomor Unit   / Nomor reg  + atau tanggal lahir
  • Nama lengkap (nama depan dan nama keluarga)
  • Jenis Spesimen   dan lokasi pengambilan  
  • Tanggal koleksi

Formulir permintaan harus memuat

  • nomor unit / Nomor reg + atau tanggal lahir
  • Nama lengkap (nama depan dan nama keluarga)
  • Tanggal Lahir
  • Tempat
  • Spesimen jenis dan lokasi pengambilan 
  • Tanggal koleksi
  •   Informasi Klinis
PLEASE:
  • DO NOT REMOVE BARCODES FROM BOTTLES – THEY ARE FOR LABORATORY USE ONLY
  • DO NOT STICK ADDRESSOGRAPHS OVER BARCODES
Transportasi ke laboratorium:
Kultur darah harus ditempatkan dalam  inkubator 37 ° C  sebelum dikirim ke laboratorium.

Jangan menyimpan di lemari es.

Turnround:

Semua sampel positif yang signifikan informasikan segera ke dokter supaya pasien segera mendapatkan terapi.

 Laporan kultur darah negatif   dikirim setelah 72 jam, namun botol tetap  diinkubasi sampai 5 hari.

Informasi tambahan:
Karena sejumlah  besar volume darah dibiakkan maka satu set kultur darah sudah cukup untuk investigasi.
Pasien dengan infeksi yang mengancam jiwa atau yang dicurigai endokarditis, sebaiknya kultur darah dilakukan dengan dua set atau lebih botol biakan, dam darah diambil dari  pungsi vena terpisah (lengan kanan + lrngan kiri)
Jika pasien memiliki long line in situ (CVP, Hickman dll), paket tambahan botol harus diinokulasi dengan darah yang diambil melalui SETIAP lumen ( ini harus tercantum pada formulir permintaan). dan volume darah yang diinokulasi    kira-kira harus sama dengan darah yang diinokulasi dari perifer

MEDIA BIAKAN DARAH


Picture
Picture
Picture

Kotoran/Tinja/Faeces

Picture

Kotoran/Tinja (Mikrobiologi)

  1. Untuk Penjelasan rinci investigasi yang dilakukan, lihat BAB patogen Gastro-enteritis/enteric . 
  2. Wadah spesimen tidak boleh diisi sampai penuh (hanya diperlukan tinja sebesar biji kenari, atau sekitar 10 ml feses cair, ).
  3. Pastikan bahwa setiap permintaan untuk penyelidikan tambahan pada spesimen  dilakukan dalam waktu 7 hari dari tanggal permintaan yang asli
http://analismedis.weebly.com/

KONSEP DASAR PROSES KEPERAWATAN

Sejarah Proses Keperawatan
Proses keperawatan mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 1980-an. Perawat yang dididik sebelum tahun tersebut pada umumnya belum mengenal proses keperawatan karena kurikulum di pendidikan belum mengajarkan metode tersebut. Proses keperawatan mulai dikenal di pendidikan keperawatan Indonesia yaitu dalam Katalog Pendidikan Diploma III Keperawatan yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 1984.

Diluar negeri istilah proses keperawatan diperkenalkan pada tahun 1955 oleh Lidya Hall, dan sejak tahun tersebut para pakar keperawatan mendiskripsikan proses keperawatan secara bervariasi. Pada awal perkembangannya, proses keperawatan mempunyai tiga tahap, kemudian empat tahap dan pada saat ini proses keperawatan mempunyai lima tahap. Proses lima tahap pertama diperkenalkan pada tahun 1967 oleh Western Interstate Commision of Higher Education (WICHE) yang meliputi: persepsi, komunikasi, interpretasi, intervensi, dan evaluasi. Pada tahun yang sama para staf pengajar,Yura.H dan Walsh di Catholic University of American mangusulkan metode empat tahap, meliputi: pengkajian, perencanaan, intervensi dan evaluasi (Craven & Hirnle, 2000). Pada tahun 1973, American Nurse’s Association (ANA) menerbitkan standars of Nursing Practice dan juga National Council of State Boards of Nursing ( 1982 ) yang terdiri dari lima tahap, meliputi: pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi (Kozier et al., 1995).
Proses keperawatan terus berkembang dan kemudian istilah Nursing Diagnosis mulai diperkenalkan dalam literatur-literatur keperawatan. Pada tahun 1973, Gebbie dan Levin dari St.Louis University School of Nursing membantu dalam menyelenggarakan konferensi pertama tentang klasifikasi diagnosa keperawatan di Amerika.
Pada tahun 1982, terbentuk North American Nursing Diagnosis Association (NANDA) yang setiap dua tahun mengadakan konferensi tentang klasifikasi diagnosa keperawatan (Potter & Perry, 1997).
Pada saat ini proses keperawatan telah berkembang dan diterapkan di berbagai tatanan pelayanan kesehatan di Indonesia, seperti rumah sakit, klinik-klinik, Puskesmas, perawatan keluarga, perawatan kesehatan masyarakat, dan perawatan pada kelompok khusus. Namun secara umum penerapan proses keperawatan belum optimal dan belum menggambarkan pemecahan masalah secara ilmiah oleh perawat, karena pada dasarnya hal ini tidak terlepas dari sumber daya keperawatan yang ada dan dukungan institusi.
Pengertian Proses Keperawatan
Banyak pengertian atau definisi yang dikemukakan oleh para ahli keperawatan tentang proses keperawatan, diantaranya adalah menurut Nettina (1996) yang menyatakan bahwa proses keperawatan adalah sesuatu yang disengaja, dengan pendekatan pemecahan masalah untuk menemukan kebutuhan keperawatan pasien dalam pelayanan kesehatan. Meliputi pengkajian (pengumpulan data), diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi, serta menggunakan modifikasi mekanisme umpan balik untuk meningkatkan upaya pemecahan masalah.
Proses merupakan serangkaian kegiatan yang direncanakan atau serangkaian operasional untuk mencapai hasil yang diharapkan. Proses keperawatan adalah metode yang sistematik dan rasional dalam merencanakan dan memberikan pelayanan keperawatan kepada individu. Tujuannya untuk mengidentifikasi status kesehatan klien, kebutuhan atau masalah kesehatan aktual atau risiko, membuat perencanaan sesuai dengan kebutuhan yang telah diidentifikasi dan melaksanakan intervensi keperawatan spesifik sesuai dengan kebutuhan (Kozier et al. 1995). Sedangkan Clark (1992), mendefinisikan proses keperawatan sebagai suatu metode/ proses berpikir yang terorganisir untuk membuat suatu keputusan klinis dan pemecahan masalah.
Demikian juga dengan Yura dan Walsh (1988), menyatakan bahwa proses keperawatan adalah tindakan yang berurutan, dilakukan secara sistematik untuk menentukan masalah klien, membuat perencanaan untuk mengatasinya, melaksanakan rencana tersebut atau menugaskan orang lain untuk melaksanakannya dan mengevaluasi keberhasilan secara efektif terhadap masalah yang diatasi.
Tujuan
Tujuan dari penerapan proses keperawatan pada tatanan pelayanan kesehatan adalah:
1.Untuk mempraktekkan suatu metoda pemecahan masalah dalam praktek keperawatan.
2.Sebagai standar untuk praktek keperawatan.
3.Untuk memperoleh suatu metoda yang baku, sistematis, rasional, serta ilmiah dalam memberikan asuhan keperawatan.
4.Untuk memperoleh suatu metoda dalam memberikan asuhan keperawatan yang dapat digunakan dalam segala situasi sepanjang siklus kehidupan.
5.Untuk memperoleh hasil asuhan keperawatan yang bermutu.
Kemampuan Perawat dan Proses Keperawatan
Dalam melaksanakan proses keperawatan seorang perawat harus memiliki persyaratan kemampuan sebagai berikut:
1.Kecakapan intelektual, yang memungkinkan perawat mampu untuk membuat keputusan dan berpikir kritis dalam memecahkan masalah klien
2.Kecakapan dalam perilaku dan hubungan antar manusia, memudahkan perawat dalam menciptakan hubungan baik dengan klien, keluarga, dan anggota tim kesehatan lainnya. Disini sangat dituntut pada kemampuan berkomunikasi secara terapeutik dan berperilaku.
3.Kecakapan dalam kemampuan teknis keperawatan, merupakan kunci keberhasilan dalam memberikan asuhan keperawatan, mulai dari pengkajian, merumuskan diagnosa keperawatan, menyusun rencana keperawatan, melaksanakan tindakan dan prosedur keperawatan secara menyeluruh meliputi kebutuhan bio-psiko-sosio-spiritual klien serta mengevaluasi hasil tindakan keperawatan.
Manfaat Proses Keperawatan
Penerapan proses keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan klien akan memberikan manfaat-manfaat sebagai berikut:
1.Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.
Dengan tersedianya pola pikir yang logis, ilmiah, sistematis, dan terorganisir dalam memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif kepada klien tentunya akan mempercepat proses penyembuhan, terhindar dari kelalaian dan malpraktek, dengan demikian pelayanan keperawatan yang diterima oleh klien merupakan pelayanan yang bermutu dan dapat dipertanggung-jawabkan.
2.Pengembangan keterampilan intelektual dan teknis bagi tenaga keperawatan.
Pelaksanaan proses keperawatan dalam merawat klien akan memberikan kesempatan bagi perawat untuk mengembangkan berbagai pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman kerjasama dengan teman sejawat, klien, dan keluarganya.
3.Meningkatkan citra profesi keperawatan.
Dengan tersedianya pola pikir yang logis, ilmiah, sistematis, dan terorganisir dalam memberikan asuhan keperawatan tentunya klien akan menerima suatu pelayanan keperawatan yang bermutu. Pelayanan keperawatan yang bermutu dapat meningkatkan citra profesi keperawatan.
4.Meningkatkan peran dan fungsi keperawatan dalam pengelolaan asuhan keperawatan.
Dengan melaksanakan tahap-tahap dalam proses keperawatan berarti melaksanakan fungsi-fungsi pengelolaan yang dimulai dari pengkajian masalah, merencanakan asuhan keperawatan, pengorganisasian kegiatan keperawatan, menggerakkan tenaga keperawatan, menilai serta mengontrol asuhan keperawatan yang diberikan dalam mencapai tujuan pelayanan keperawatan yang telah ditetapkan.
5.Pengakuan otonomi keperawatan.
Masyarakat akan mengakui otonomi dari profesi keperawatan bila asuhan keperawatan yang diberikan dengan suatu metode yang didasari oleh tanggung jawab dan tanggung gugat berdasarkan kode etik profesi dan standar praktek keperawatan.
6.Peningkatan rasa solidaritas.
Kesamaan metode yang dipergunakan oleh tenaga keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien akan memperkuat rasa kebersamaan dan identitas dari profesi keperawatan.
7.Meningkatkan kepuasan kerja tenaga keperawatan.
Asuhan keperawatan yang bermutu dapat meningkatkan kepuasan konsumen, terhindar dari kelalaian dan malpraktek yang dengan sendirinya akan berpengaruh kepada kepuasan kerja perawat secara keseluruhan.
8.Untuk pengembangan ilmu keperawatan.
Penerapan proses keperawatan dapat mendukung dan memberi sumbangan dalam pengembangan “body of knowledge” dengan penelitian-penelitian keperawatan, sehingga dapat dikembangkan metode-metode yang baku dalam memberikan asuhan keperawatan.
Karakteristik Proses Keperawatan
Kozier et al. (1995) menyebutkan bahwa proses keperawatan mempunyai sembilan karakteristik, antara lain:
1) Merupakan sistem yang terbuka dan fleksibel untuk memenuhi kebutuhan yang unik dari klien, keluarga, kelompok dan komunitas.
2) Bersifat siklik dan dinamis, karena semua tahap-tahap saling berhubungan dan berkesinambungan.
3)Berpusat pada klien, merupakan pendekatan individual dan spesifik untuk memenuhi kebutuhan klien.
4) Bersifat interpersonal dan kolaborasi.
5) Menggunakan perencanaan.
6) Mempunyai tujuan.
7) Memperbolehkan adanya kreativitas antara perawat dengan klien dalam memikirkan jalan keluar menyelesaikan masalah keperawatan.
8) Menekankan pada umpan balik, dengan melakukan pengkajian ulang dari masalah atau merevisi rencana keperawatan.
9) Dapat diterapkan secara luas. Proses keperawatan menggunakan kerangka kerja untuk semua jenis pelayanan kesehatan, klien dan kelompok.
Demikian juga dengan Craven dan Hirnle (2000), menurutnya proses keperawatan sebagai pedoman untuk praktek keperawatan profesional, mempunyai karakteristik:
1) Merupakan kerangka kerja dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga dan masyarakat.
2) Teratur dan sistematis.
3)Saling tergantung.
4)Memberikan pelayanan yang spesifik kepada individu, keluarga, dan masyarakat.
5)Berpusat pada klien, menggunakan klien sebagai suatu kekuatan.
6)Tepat untuk diterapkan sepanjang jangka waktu kehidupan.
7) Dapat dipergunakan dalam semua keadaan.
Sedangkan Taylor (1993) menyatakan bahwa proses keperawatan bersifat sistematis, dinamis, interpersonal, berorientasi kepada tujuan dan dapat dipakaii pada situasi apapun.
Jadi dapat disimpulkan bahwa proses keperawatan adalah suatu cara menyelesaikan masalah yang sistematis dan dinamis serta bersifat individual untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan klien sebagai manusia yang bersifat unik, dan menekankan pada kemampuan pengambilan keputusan oleh perawat sesuai dengan kebutuhan klien.
https://syehaceh.wordpress.com

Selasa, 01 Maret 2016

SKETSA PEMERIKSAAN FISIK PADA RESPIRASI

Hasil gambar untuk pemeriksaan fisik lengkap

Tipe pernapasan

Tipe Pernapasan
Diagnosis Banding
Thorakoabdominal
Tak ada kelainan (t.a.k)
Paradoksal
Pneumothoraks

Inspeksi
Hemithoraks yang patologis disebutkan terlebih dahulu.
Pengembangan Dinding Dada (PD)
Kesan
Statis
PD kanan = kiri
·         T.a.k.
PD kanan < kiri
·         Trauma di kanan
·         Massa di kanan
PD kiri < kanan
·         Trauma di kiri
·         Massa di kiri
Dinamis
PD kanan = kiri
·         T.a.k.
PD kanan < kiri, atau
Dada kanan tertinggal
·         Trauma di kanan
·         Massa di kanan
PD kiri < kanan, atau
Dada kiri tertinggal
·         Trauma di kiri
·         Massa di kiri

Palpasi
Fremitus Raba (FR)
Kesan Isi Dominan
FR meningkat
·         Cairan
·         Massa
FR normal
·         Jaringan paru
FR menurun
·         Udara

Perkusi
Perkusi
Kesan Isi Dominan
Diagnosis Banding
Hipersonor
·         Udara
·         Pneumothoraks
·         PPOK
Sonor
·         Jaringan paru
·         Paru fisiologis
Redup
·         Cairan
·         Hidrothoraks
·         Pyothoraks atau Empyema
·         Kilothoraks
Pekak
·         Darah
·         Padat
·         Hematothoraks
·         Bronkopneumonia
·         Pneumonia
·         Massa mediastinum
·         Massa paru
Auskultasi[sunting]

Suara
Diagnosis Banding
Suara dasar
Vesikuler
Vesikuler menguat/meningkat
·         Cairan
·         Hidrothoraks
·         Pyothoraks atau Empyema
·         Kilothoraks
·         Massa
·         Tumor
Vesikuler normal
·         Jaringan paru
·         T.a.k.
Vesikuler melemah/menurun
·         Udara
·         Pneumothoraks
·         PPOK
Vesikuler hilang
·         Udara
·         Pneumothoraks
·         Darah
·         Hematothoraks
Bronkhial
Bronkhovesikuler
Suara tambahan
Mengi (wheezing)
·         Asma
·         Udem pulmo
·         Dekompensasi kordis sinistra
·         Gagal jantung kongestif (CHF)[1]
Ronkhi basah kasar (RBK)
·         Udem pulmo
·         Dekompensasi kordis sinistra
·         Gagal jantung kongestif (CHF)[1]
Ronkhi basah halus (RBH)
·         Infeksi saluran napas akut (ISPA)
·         PPOK
·         Udem pulmo
·         Dekompensasi kordis sinistra
·         Gagal jantung kongestif (CHF)[1]
Gallop
·         Gagal jantung kongestif (CHF)[1]